Skip to main content

Kelebihan Bollinger Bands


Berikut ini adalah penjelasan mengenai fungsi dan kelebihan indikator forex bollinger bandas untuk menganalisa tren grafik forex. Tetapi sebelumnya, sudah tahukah kalian seperti apa bentuk dari indikator forex bollinger bandas tsb Bentuk indikator forex bollinger bandas itu adalah terdiri dari 3 garis, yaitu garis bollinger bandas atas, tengah dan bawah. Lihat gambar dibawah supaya jelas. Sekarang, kalau kalian sudah tahu bentuknya, silahkan simak penjelasan untuk fungsi dan kelebihannya. Fungsi indikator bollinger bandas adalah untuk: Mengidentifikasi awal akan terjadinya tren turun atau naik yang panjang. Dan kelebihan dari indikator ini adalah bisa untuk mengidentifikasi awal akan terjadinya tren, jika tren grafik forex yang terjadi sebelumnya adalah sideway. Supaya jelas lihat gambar dibawah Mula-mula trennya adalah sideway, tetapi begitu garis bollinger bandas yang bawah ditembusdibreak para fora ja vassoura de candelabro warna putih, maka tren yang terjadi selanjutnya adalah turun, lihat titik merah huruf A. Kemudian setelah tren turun, tren yang terjadi selanjutnya adalah Tren sideway lagi, tetapi begitu garis bollinger bandas yang atas ditembus oleh candelabros warna hitam, maka tren yang terjadi selanjutnya adalah tren naik, lihat titk biru huruf B. Menggunakan Indikator Bollinger Bandas Indikator Bollinger bandas terdiri dari sebuah simples média móvel (sma) dengan 2 Banda atau pita yang berada diatas dan dibawah garis sma. Banda sebelah atas dinamakan Banda superior de Bollinger banda Dan Banda de Bollinger Banda de Bollinger. Upper dan Lower bande ditentukan berdasarkan penambahan dan pengurangan nilai sma dengan standard deviasi. Standard deviasi mengukur volatilitas hingga seberapa jauh harga bisa bergerak dari nilai yang sebenarnya (valor verdadeiro). Dengan ukuran volatilitas, ke 2 band tersebut akan bergerak sesuai dengan kondisi pasar. Parâmetro padrão sma. 20 periode, dan standard deviasi. 2. Ukuran volatilitas passando a banda tampão pada lebar. Jika volatilitas sedang tinggi maka jarak ke 2 bandas akan makin melebar. Biasanya terjadi ketika perubahan kondisi de lado ke kondisi tendência. Sebaliknya volatilitas yang rendah tampak pada jarak ke 2 bandas yang makin menyempit dan biasanya terjadi ketika perubahan dari trending ke lateralmente. Kondisi overbought dan oversold Kondisi overbought terjadi bila harga telah menyentuh banda superior namun harga penutupan masih dibawah banda superior, dan kondisi oversold bila harga menyentuh banda baixa namun masih ditutup diatas banda baixa. Sinyal untuk entrada biasanya terjadi ketika harga telah melewati (menembus) garis sma-20 dengan alvo pada level band terdekat (contoh pada gambar dibawah). Kondisi tendência de alta terjadi bila harga telah melewati (menembus) banda superior dan harga penutupan berada banda de diluir, sedang kondisi tendência de baixa terjadi bila harga melewati banda inferior dan ditutup banda de diluir. Sebagai konfirmasi bisa ditentukan dari formasi bar berikutnya. Pada kondisi trending ke 2 band cenderung bergerak melebar. Pada contoh diatas GBPJPY menembus banda superior pada 4 de abril de 2013, dan harga ditutup diluar banda superior. Harga pembukaan bar berikutnya masih dilar banda superior dengan jarak ke 2 band yang melebar. Dengan sinyal tersebut kita bisa entrada comprar dengan nível saída ketika formasi doji yang mengisyaratkan pembalikan arah tendência terbentuk, atau ketika harga telah menembus sma-20. Posts recentes Comentários recentes Categorias

Comments